Kurikulum & Metode Pembelajaran

  1. Memposisikan anak sebagai makhluk yang berakal dalam proses pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran diarahkan untuk mencerdaskan akal anak dan membangun rasa percaya diri anak untuk berprestasi sehingga anak cerdas dan taqwa.
  2. Membangun sikap dan perilaku Islami anak lewat proses penyadaran dan pembentukan pemahaman, bukan doktrin dan paksaan.
  3. Menerapkan metode “Talqiyan Fikriyan” sebagai metode pembelajaran. Semua ilmu yang diajarkan diarahkan untuk membangun pemahaman dan membentuk pola pikir anak. Semua ilmu diajarkan untuk mencerdaskan akal dan meningkatkan taraf berpikir anak, sehingga anak mampu menggunakan ilmu tersebut untuk menyelesaikan masalah kehidupan.
  4. Menerapkan “Kurikulum Berbasis Aqidah Islam”. Artinya: Al Qur’an menjadi sumber utama ilmu, sekaligus landasan dalam mencerdaskan akal dan mensholihkan jiwa anak.
  5. Semua ilmu yang diajarkan diintegralkan dengan aqidah Islam, sehingga semua ilmu terlebih dahulu dipastikan kebenarannya sebelum diajarkan pada anak.
  6. Kurikulum disusun sesuai dengan kebutuhan anak berdasarkan perkembangan usia. Semua pelajaran dirancang agar memberi pengaruh yang baik terhadap perilaku anak.
  7. Mencerdaskan dan mensholihkan anak, sekaligus orang tua (anak dan orang tua sama-sama belajar).
  8. Membiasakan anak bersikap dan berperilaku berdasarkan pemahaman.